satgasfinansial-Pada perdagangan hari Senin (6/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat +1,27% dan mencetak level tertinggi (all time high, ATH) sepanjang sejarah di 8.859, meski masih tercatat net foreign sell Rp9,98 miliar. Penguatan didukung sentimen domestik yang solid, terutama surplus neraca perdagangan selama 67 bulan beruntun serta inflasi Desember 2,92% yang tetap berada dalam target Bank Indonesia, mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang relatif kuat di tengah ketidakpastian global.
Pada awal tahun ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi sinyal kuat bahwa bank-bank yang tergolong dalam Kelompok Bank Bermodal Inti (KBMI) 1 yakni bank dengan modal inti di bawah Rp 6 triliun harus memperkuat modalnya jika ingin bertahan dalam peta perbankan nasional mulai 2026. Kebijakan ini bukan sekadar himbauan biasa ā regulator menekankan kepada bank-bank kecil untuk segera mengambil langkah strategis seperti penambahan modal, merger, atau aksi korporasi lain agar modal inti bisa naik di atas Rp 6 triliun dan keluar dari kategori KBMI 1.
Menurut OJK, langkah ini bagian dari upaya menguatkan industri perbankan Indonesia agar lebih efisien dan memiliki daya tahan tinggi dalam menghadapi dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi finansial.
Beberapa saham bank kecil yang termasuk KBMI 1:
PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP)
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO)
PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC)
PT Bank Ganesha Tbk (BGTG)
PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW)
PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR)
PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR)
PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU)
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)
PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB)
Salam cuan
#ihsg #saham
Related Posts
Cermin IHSG Week 51 dan Hype IPO SUPA
Pada Pekan ke 51 Tahun 2025 (19/12/2025) ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada…
Belajar dari Saham $DADA Berita Hoax Akuisisi
Bayangkan ada saham dikerek dari harga Rp 2 sampai ke harga tertinggi nya Rp240 karena…
Analisa Saham BUVA Paska Public Expose
satgasfinansial-Pada 11 Desember Saham BUVA melakukan penyampaian materi public expose, hal ini menarik bagi para…