Pada Pekan ke 51 Tahun 2025 (19/12/2025) ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah, turun ke 8.609.55 atau turun sebesar 8,64 poin (-0,1%).
Penurunan ini menurut saya karena faktor sentimen elit global dan suku bunga Bank Indonesia yang ditahan pada level 4,75%, faktor geopolitik AS dengan negara Veneuela juga yang memanas ikut mempengaruhi IHSG kita, sehingga target IHSG 8000 akhir tahun seperti yang dikatakan Pak Purbaya sepertnya tidak bisa dicapai
Hype Saham yang baru IPO seperti RLCO dan SUPA belum bisa membuat IHSG kita pada zona hijau alias menguat pada akhir pekan ini, RLCO ditutup menguat pada level Rp 1330 (+24,48%) dan SUPA juga ARA ditutup pada level Rp 1230 (+24,87%).
Menurut saya para ritel investor harus kompak untuk menghold saham ini dan tidak menjualnya di pasar lepas, karena prospek perusahaan yang bagus, dan aliran arus hype nya masih kencang
Untuk IHSG secara teknikal masih bertahan diatas area M20 dan M60 sehingga kemungkinan fase bullish masih ada, dengan support pada 8560 dan resistance pada 8.660
Salam cuan
#saham #ihsg #weekly
Related Posts
Melirik Saham BUMI yang OTW ke BULAN
Saham PT Bumi pada Jumat, 19 Desember 2025 dibuka menguat pada Rp 344, atau menguat…
Cermin IHSG 2025: Hari Terakhir Bursa 2025
Hari Rabu, 31 Desember 2026 bursa saham Indonesia libur, tidak ada perdagangan baik beli atau…
Tahun 2026 Saatnya Tahun Saham Konglo, Daftar TOP Saham Konglomerat Indonesia
Tahun 2026 diperkirakan akan menjadi moment untuk saham saham konglomerat, berikut satgasfinansial memberikan daftar untuk…