JAKARTA ā Penangkapan seorang warga negara China berinisial AS di Jakarta Selatan menarik perhatian pelaku pasar modal. AS diduga terlibat dalam kasus kejahatan ekonomi lintas negara dan disebut memiliki keterkaitan dengan tiga emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme backdoor listing.
Aksi penangkapan yang berlangsung dramatis tersebut memunculkan kekhawatiran investor, khususnya terhadap saham-saham yang memiliki riwayat perubahan pengendali, akuisisi tidak langsung, atau pencatatan lewat jalur non-konvensional.
Kasus AS menjadi pengingat penting bagi pasar modal Indonesia bahwa transparansi dan tata kelola perusahaan adalah faktor krusial dalam menjaga kepercayaan investor. Otoritas diharapkan dapat bertindak cepat dan terbuka guna mencegah gejolak berkepanjangan di pasar saham.
Related Posts
Cuan Dividen dari Saham Adro Akhir 2025, Intip Cara Masuk Saham ADRO
Harga saham ADRO pada perdagangan hari Rabu 17 Desember 2025 dibuka pada level 1815 menguat…
Cermin IHSG Week 49
Di akhir pekan, satgas finansial punya rubrik khusus yag berjudul, CERMIN IHSG.Pada week 49, IHSG…
Sampai Mana Saham RLCO Mampu Melesat Fakta Saham RLCO
Hari ini perdagangan saham RLCO Selasa 9 Desember 2025 pada sesi 1 dibuka menguat 24,78%…